Kabupaten Kudus terletak di jalur pantai timur laut Jawa Tengah antara Kota Semarang dan Kota Surabaya. Kabupaten Kudus berbatasan dengan Kabupaten Pati di timur, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak di selatan, serta Kabupaten Jepara di barat. Kudus dikenal sebagai kota penghasil rokok (kretek) terbesar di Jawa Tengah dan juga dikenal sebagai kota santri.
Kota ini adalah pusat perkembangan agama Islam pada abad pertengahan. Hal ini dapat dilihat dari adanya tiga makam wali, yaitu Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Kedu. Kabupaten Kudus terdiri atas 9 kecamatan, yang dibagi lagi atas 123 desa dan 9 kelurahan. Kudus adalah kabupaten dengan wilayah terkecil dan jumlah kecamatan paling sedikit di Jawa Tengah. Dengan luas wilayah 425,16 km2, Kudus berpenduduk 777.437 jiwa (2010).
GP Ansor Kudus menggelar Konfercab XI di Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo asuhan KH Ahmad Badawi Basyir, Ahad (13/3/2016). Diikuti 9 Pimpinan Anak Cabang dan 88 Pimpinan Rating GP Ansor se-Kabupaten Kudus. H. Muhamad Sarmanto terpilih secara aklamasi sebagai ketua PC GP Ansor Kudus periode 2016-2020.
Dihadapan 500-an kader, Sarmanto menyatakan niatnya untuk Ansor lima tahun ke depan agar dapat mandiri secara ideologi, keorganisasian, dan ekonomi. “Sesuai dengan slogan Ansor, yakni Ngader, Ngaji, dan Makaryo. Ngopi tidak ada,” ujar Sarmanto yang disambut tawa riuh ratusan kader Ansor.
Sarmanto akan mengawal kaderisasi Ansor dengan baik agar nilai-nilai keaswajaan di Kudus tetap kuat. Dari sisi kebijakan publik, dia siap dan mengemban upaya yang sudah digariskan Pimpinan Cabang GP Ansor Kudus periode lalu. Untuk kemandirian ekonomi, GP Ansor Kudus akan membentuk koperasi atau baitulmal wattanwil untuk mendukung ekonomi kader dan kemandirian organisasi.
Selepas konferensi, para kader berziarah ke makan KH Ahmad Basyir yang dikenal sebagai ulama karismatik dan menanamkan jiwa nasionalisme. Ziarah ini dimaksudkan agar kader selalu mengingat dawuh para ulama dalam melangkah.
GP Ansor Kudus menggelar PKD putaran terakhir tahun 2015 pada Jumat-Sabtu (25-26/2015). PKD ini juga bagian dari momentum memberikan peluang bagi yang selama ini mengikuti PKD tapi belum lulus menurut kriteria instruktur. Target 2016 adalah fokuskan kepada distribusi kader dan kemandirian [ekonomi] kader.
ANSOR UNDAAN KALIYOSO
Secara Geografis Kaliyoso terletak di jalur Kudus Purwodadi Km 7. Kearah timur berbatasan dengan Pati jawa tengah. dg alamat Dk. Kaliyoso. Ds. Karangrowo. Kec.Undaan. Kab. Kudus Prop. Jateng Indonesia
Visi dan Misi Ansor Ranting Kaliyoso Undaan 7 M :
1. Mengkoordinasi Jam'iyah lokal menjadi formal dan terkoordinir.
2. Mengkader pemuda lokal menjadi anggota.
3. Membentuk jiwa pemuda menjadi jiwa religius, cerdas, tegas dan santun Dg amalan Ahlussunnah Waljamaah(Amar Ma'ruf Nahi Mungkar Bil Ma'ruf)
4. Mewujudkan gerakan nyata Sosial Kemasyarakatan lokal
5. Melakukan Pengawasan dan pemantauan untuk generasi usia dini (SD)
6. Membentuk MAJLIS DZIKIR DAN SHOLAWAT dg skup AKBAR
7. Mewujudkan Kemandirian Ekonomi lokal ber basis ansor.
Semoga ALLAH "KERSO" mewujudkan semua . Al-Fatihah....
Sejarah Ansor
Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan. Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.
“Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama”
Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.
Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).
Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besa” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor).
Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU. Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.
Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna). Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.
Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe.
Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor).
GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa. Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.
Sumber : ansor.or.id
MARS ANSOR
LIRIK MARS ANSOR
Syuhada rebah Allahu Akbar
Kini bebas rantai ikatan
Negara jaya Islam yang benar
Negara jaya Islam yang benar
Berkibar tinggi panji gerakan
Iman di dada patriot perkasa
Ansor maju satu barisan
Seribu rintangan patah semua
Iman di dada patriot perkasa
Ansor maju satu barisan
Seribu rintangan patah semua
Tegakkan yang adil hancurkan yang dzalim
Makmur semua lenyap yang nista
Makmur semua lenyap yang nista
Allahu Akbar – Allahu Akbar
Pajar baja gerakan kita
Bangkitlah bangkit putra pertiwi
Tiada gentar dada ke muka
Bela agama bangsa negeri
Pajar baja gerakan kita
Bangkitlah bangkit putra pertiwi
Tiada gentar dada ke muka
Bela agama bangsa negeri
